Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Diposting pada

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Pada masa anak-anak ditengarai sebagai masa yang paling cemerlang karena bisa belajar, berpikir, mengenal dunia baru ataupun mengenal hal-hal yang paling membingungkan sekalipun, semua itu masih bisa dilakukan dengan mudah, karena memang belum terisi berbagai pikiran lain yang ruwet seperti halnya orang dewasa.

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Pada tahap perkembangannya anak-anak mempunyai perkembangan kognitif serta perkembangan pikiran. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai perkembangan kognitif anak usia dini. Perkembangan Anak secara umum ada beberapa macam, yaitu:

  • Perkembangan Motorik (halus dan kasar)
  • Perkembangan Kognitif
  • Perkembangan Emosi
  • Perkembangan Sosial
  • Perkembangan Moral

Di sini akan lebih banyak dijelaskan mengenai perkembangan kognitif . Perkembangan kognitif ini mengacu pada cara anak berpikir, membuat alasan dan memecahkan masalah. Menurut Piaget perkembangan kognitif pada usia anak dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

  • Umur 0-2 tahun (sensori motorik)
  • Umur 2-6 tahun (pre operational)
  • Umur 6-11 tahun (operational konkrit)
  • Umur 11/12 sampai dewasa (operational formal)

Anak Usia Dini

Di Indonesia sendiri sering kita mendengar tentang istilah Anak Usia Dini, Beberapa hal tentang Anak Usia Dini ini adalah:

  • Anak usia dini merupakan seorang anak yang baru dilahirkan hingga mencapai usia 6 tahun.
  • Usia ini bisa dibilang sebagai usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak
  • Usia dini bisa diartikan sebagai usia di mana anak mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Usia dini dinamakan sebagai usia emas (golden age).

Hakikat anak usia dini

  • Anak bersifat unik.
  • Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan.
  • Anak bersifat aktif dan enerjik.
  • Anak itu egosentris.
  • Anak mempunyai rasa keingintahuan yang cukup besar dan antusiasme yang kuat terhadap banyak hal.
  • Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang.
  • Anak umumnya kaya dengan fantasi.
  • Anak masih mudah frustrasi.
  • Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.
  • Anak memiliki daya perhatian yang pendek.
  • Masa anak adalah saat-saat belajar yang paling potensial.
  • Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.

Perkembangan kognitif anak usia dini (2 -7 tahun) diantaranya sbb:

  • objek permanen
  • keyakinan bahwa non-makhluk hidup memiliki sifat-sifat manusia
  • ketidakmampuan untuk memahami sudut pandang orang lain.

Anak usia 6-11 tahun

Periode 6-11 tahun adalah titik balik dalam perkembangan kognitif.

  • Sekarang anak belajar untuk berpikir dengan cara yang lebih logis.
  • Sudah bisa melihat perbedaan antara fantasi dan kenyataan

Untuk anak yang lebih muda, tidak ada perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Untuk anak empat tahun, cerita kartun adalah nyata sedangkan anak usia sepuluh tahun akan segera mengatakan bahwa tokoh kartun adalah imajiner. Seorang anak kecil percaya bahwa bayi dapat dibeli dari rumah sakit sedangkan anak yang lebih tua akan memberitahu Anda bahwa bayi tidak bisa dibeli di rumah sakit.

  • Memahami sudut pandang pemikiran orang lain (empati vs egosentris)
  • Reversibilitas

Mari kita lakukan kegiatan berikut ini : Tampilkan bola lumpur ke anak berusia empat tahun. Minta mereka membuat tempat tidur dari itu. Sekarang mengubah tempat tidur ini menjadi ular. Sekarang minta anak untuk membuat tempat tidur lagi. Anak itu menunjukkan ketidakmampuannya.

Hal ini terjadi karena dia tidak dapat berpikir mundur dengan jelas melalui berbagai langkah, terutama pada anak usia dini. Pada masa kanak-kanak tengah , kemampuan ini mulai berkembang. Pada usia sebelas tahun, anak akan dapat melacak dengan keahlian semua mundur. Kemampuan ini untuk berpikir dan mengikuti langkah-langkah mundur disebut Reversibility.

Demikian tadi pembahasan mengenai perkembangan kognitif anak usia dini yang bisa saya sampaikan, semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat untuk anda semuanya.